Sudah lama rasanya engga ngisi blog...
Posted at 9/14/2009 12:47:15 pm by ekanurlita
Lihat juga
bismillah
Kadang saya bingung kenapa manusia adalah makhluk yang sangat penuh tanda tanya..
Kadang saya bingung kenapa orang bisa hari ini baik, di hari lain marah2 ngga ada kejelasannya
Kadang saya bingung kenapa ada manusia yang harus takut sama manusia lain, padahal kita sama manusia
Kadang saya bingung kenapa manusia-manusia ini berharap manusia lain bisa begitu sempurna, sedangkan mereka sendiri tak luput dari kesalahan..
This is complicated..
I think I'm dying because of it
Posted at 6/20/2008 9:43:08 pm by ekanurlita
Lihat juga
bismillah
ampun lama banget ngga internetan!!!
thanks to Mba Tias aku bleh nebeng pake telkomflash.. hehehehe...
Posted at 5/29/2008 6:00:53 pm by ekanurlita
Lihat juga



Keponakan pertamaku yang cantik sekali : Adelia
Posted at 2/10/2008 4:21:35 pm by ekanurlita
Lihat juga
bismillah
Namanya Mbak Rina. Seorang ummahat sederhana yang kemana-mana selalu berpakaian penuh sahaja dan nyaris tanpa make up.
Jilbab, kemeja, dan rok yang nyaris selalu tergantung karena tubuhnya yang tinggi semampai.
Wajahnya putih bersih, hidungnya bangir mancung dan tutur-katanya selalu lemah lembut.
Pertama kali kenal Mbak Rina dipertemukan dengan kelompok halaqah baru yang isinya rata-rata ummahat, salah satunya ya Mbak Rina itu.
Suatu kali liqo kami diadakan di rumah beliau. Sebuah rumah di dataran tinggi Sorowako yang dari terasnya nampak jelas pemandangan Sorowako sampai ke Danau Matano yang dibingkai apik oleh pegunungan Verbeek di seberang sana.
Rumahnya sederhana sekali, nyaris tidak ada perabot kecuali fasilitas perusahaan. Hanya sebuah rak setinggi leher saya yang penuh oleh buku-buku agama. Itu saja.
Sederhana sekali, dan kesan itu meninggalkan kesan yang begitu kental di hati saya karena dia bisa hidup bergelimang kemewahan, tapi dia tidak.
Sekarang Mbak Rina udah nggak di Sorowako lagi. Tapi interaksi kami yang sekejap itu tidak dapat hilang dari benak saya.
Sekarang ada lagi teman liqo baru. Namanya Teh Resy. Kemanapun dia pergi, gamisnya selalu yang itu-itu saja. Wajahnya putih bersih, matanya berbinar-binar seperti mata kelinci. Setiap liqo, beliau selalu membungkus perlengkapannya hanya dengan kantong plastik hitam saja. Sederhana sekali, padahal dia bisa hidup sedikit lebih mewah jika dia mau.
Sederhana atau pelit? Dua-duanya hampir sama artinya : memangkas pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak primer. Tapi implementasinya sungguh jauh berbeda.
Kalau pelit menyesakkan hidup, maka sederhana melegakannya.
Saya masih harus banyak menimba ilmu hidup dari orang-orang disekitar saya.
Posted at 2/10/2008 3:33:58 pm by ekanurlita
Lihat juga