"Writing is Sharing Your Love Through Books"

Paulo Coelho



BlogKitaB2



Fellowships of the Words:


Virtual Friends......

Aryanto Abidin
ARS
umminida

Flower In The Desert....

Sekeping Cinta yang Tertinggal di Sorowako
Yunita Rahmudin
Selvi Yuminti
Teh Susy Kurnia

Sorowako

Tehusalawany,Tesa
Asrafuddin

LAWYER, not LIAR!!!!

Woelan!
Sinai
Pipit Kecil
Pemuda

IKASTARA....

BLOG IKASTARA
f e r t o b
Wikan Danar
Romi Satria Wahono
Bang Arcon
Papa BOMBOM
Cay Indra
Gita Fitriah Hulliyana
Anang YePe
Franky
Ayu Anindita
Dina
Irwan Yusriadi
mriyandi

Kampoeng Pending

Djarmoko-PIELS

Tempat Nongkrong......

Resensi Buku Baru
Kutukutubuku
Iwan Fals Mania

TOPI LEBAR

Ditta Sukmasuci
Yuni Fitriyani
Syahriani



Meet My Favorite Authors Paulo Coelho
Andrea Hirata
Paulo Coelho Blog



The Communities :
Sorowako
Akademi Teknik Soroako
TK YPS Sorowako
SMP YPS Sorowako
SMU Taruna Nusantara
Ikastara



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sep 14, 2009
Sudah lama

Sudah lama rasanya engga ngisi blog...

Posted at 12:47 pm by ekanurlita
Make a comment  

Jun 20, 2008
Komplikasi

bismillah

Kadang saya bingung kenapa manusia adalah makhluk yang sangat penuh tanda tanya..
Kadang saya bingung kenapa orang bisa hari ini baik, di hari lain marah2 ngga ada kejelasannya
Kadang saya bingung kenapa ada manusia yang harus takut sama manusia lain, padahal kita sama manusia
Kadang saya bingung kenapa manusia-manusia ini berharap manusia lain bisa begitu sempurna, sedangkan mereka sendiri tak luput dari kesalahan..
This is complicated..
I think I'm dying because of it

Posted at 09:43 pm by ekanurlita
Comments (4)  

May 29, 2008
Lama

bismillah

ampun lama banget ngga internetan!!!
thanks to Mba Tias aku bleh nebeng pake telkomflash.. hehehehe...

Posted at 06:00 pm by ekanurlita
Comment (1)  

Feb 10, 2008
Puteri

Keponakan pertamaku yang cantik sekali : Adelia

Posted at 04:21 pm by ekanurlita
Comments (2)  

Sederhana vs. Pelit

bismillah

Namanya Mbak Rina. Seorang ummahat sederhana yang kemana-mana selalu berpakaian penuh sahaja dan nyaris tanpa make up.
Jilbab, kemeja, dan rok yang nyaris selalu tergantung karena tubuhnya yang tinggi semampai.
Wajahnya putih bersih, hidungnya bangir mancung dan tutur-katanya selalu lemah lembut.

Pertama kali kenal Mbak Rina dipertemukan dengan kelompok halaqah baru yang isinya rata-rata ummahat, salah satunya ya Mbak Rina itu.
Suatu kali liqo kami diadakan di rumah beliau. Sebuah rumah di dataran tinggi Sorowako yang dari terasnya nampak jelas pemandangan Sorowako sampai ke Danau Matano yang dibingkai apik oleh pegunungan Verbeek di seberang sana.
Rumahnya sederhana sekali, nyaris tidak ada perabot kecuali fasilitas perusahaan. Hanya sebuah rak setinggi leher saya yang penuh oleh buku-buku agama. Itu saja.
Sederhana sekali, dan kesan itu meninggalkan kesan yang begitu kental di hati saya karena dia bisa hidup bergelimang kemewahan, tapi dia tidak.

Sekarang Mbak Rina udah nggak di Sorowako lagi. Tapi interaksi kami yang sekejap itu tidak dapat hilang dari benak saya.

Sekarang ada lagi teman liqo baru. Namanya Teh Resy. Kemanapun dia pergi, gamisnya selalu yang itu-itu saja. Wajahnya putih bersih, matanya berbinar-binar seperti mata kelinci. Setiap liqo, beliau selalu membungkus perlengkapannya hanya dengan kantong plastik hitam saja. Sederhana sekali, padahal dia bisa hidup sedikit lebih mewah jika dia mau.

Sederhana atau pelit? Dua-duanya hampir sama artinya : memangkas pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak primer. Tapi implementasinya sungguh jauh berbeda.

Kalau pelit menyesakkan hidup, maka sederhana melegakannya.

Saya masih harus banyak menimba ilmu hidup dari orang-orang disekitar saya.

Posted at 03:33 pm by ekanurlita
Comments (2)  

Nug

bismillah

Beberapa hari silam, saya menelepon dua kawan lama : yang satu adalah seorang akhwat yang masih kuliah dan sedang bingung dengan judul skripsi, satu lagi adalah seorang teman di tempat kerja saya yang lama.

Entah kenapa, dua orang ini dengan terbukanya menceritakan tentang cerita 'nyaris menikah' mereka pada saya, dengan gamblang, terbuka, tanpa ditutup-tutupi.
Hmm, itu membuat saya bertanya apa gerangan mantera yang terkandung dalam suara saya sampai dua orang itu menceritakan masalah pribadi mereka tanpa khawatir saya sebarkan misalnya?
Who knows, kan?
Kita nggak pernah tau apakah kita benar-benar bisa mempercayakan masalah pribadi kita untuk tidak disebar luaskan oleh orang yang paling kita anggap 'save' sekalipun.

Dan buntutnya, sebuah pesan pendek masuk ke telepon genggam saya. Isinya : "Teh, ahsankah jika kita memiliki kecenderungan terhadap seorang ikhwan?"
Pertanyaan iniu mau tak mau menyunggingkan seulas senyum di bibir saya.
Pertanyaan ini sangat sering terlontar pada saat saya masih di kampus dulu.
Dan jika kebanyakan akhwat menjawab bahwa perasaan itu adalah noda, dan hakikatnya noda harus dienyahkan dengan detergen bernama istighfar, maka saya akan menjawab lain :
"Perasaan suka pada lawan jenis itu adalah karunia Allah, mengapa harus diingkari, sementara semakin kita berusaha mengingkari, semakin kuat pula keinginan untuk mengakuinya...? Terima saja, dan syukuri. Ini adalah ujian bagaimana kita memanajemen hati, jangan sampai kita malah dipermainkan oleh emosi kita sendiri.."

Dan seketika itu saya terkesiap. Mungkin sudah terlalu lama saya tidak bersentuhan dengan keindahan ukhuwah dan irama dakwah kampus yang sejuk memerciki neuron-neuron syaraf saya yang tegang karena berjibaku memenuhi tuntutan hidup.

Saya pun mungkin perlu mengingatkan diri saya sendiri untuk tidak hanyut dan larut dalam perasaan cinta pada calon suami. Dia adalah karunia, rasa yang mempertautkan hati pun adalah karunia. Saya tak ingin kelemahan saya menodai niat dan kesempurnaan dien yang kami impikan terwujud nanti. Alangkah tipisnya pertahanan hati untuk tidak tergelincir dalam jeratan syetan...

Ah, terimakasih, Nug.
Allah telah memilihmu untuk menjadi jalan mengingatkan saya, Dek..

Posted at 08:49 am by ekanurlita
Comments (6)  

Menikah

bismillah

Lagi-lagi tentang menikah..

Semalam seorang teman akhirnya menikah juga. Kenapa akhirnya? Karena saya baru tahu si teman ini perjuangannya panjang dan agresif juga untuk mendapatkan suami yang sesuai kriteria (70% badge number hah? hehehe)
Beberapa orang teman memilih untuk tidak datang, alasannya sangat saya mengerti : rasanya ngga enak datang ke nikahan teman sementara kita harus siap dihujani pertanyaan semacam "Kapan menyusul? Ayoo, ngapain sih lama-lama..."

Hahah, siapa juga siy yang mau nunda lama-lama?

Menikah sekarang memang sudah mulai menjadi kebutuhan primer. Apalagi buat gadis-gadis semacam saya : sendiri,sudah cukup umur, sudah bolehlah dikata mapan dan mandiri, tunggu apa lagi?
Hanya saja sayangnya pernikahan itu kok menjadi seperti perlombaan dan beban banget kalo kita masih lajang sementara waktu berjalan terus...

Kadang kita harus tegas pada diri sendiri, berhenti bersikap cengeng dan mengasihani diri sendiri karena belum menikah, sementara rasanya semua orang sudah mendahului menikah dan berkeluarga.

Nikmati saja hidup masing-masing. Menikah adalah kebutuhan, bukan untuk diburu-buru umur dan ketakutan dianggap ketinggalan.

 

Posted at 08:27 am by ekanurlita
Comments (4)  

Plantsite

Plantsite bisa juga nampak 'wisata-able'. Foto ini diambil dari security post di Gate 1 pada saat strike.

Selalu ada serpihan keindahan di dalam sumpeknya aktivitas duniawi

Posted at 07:42 am by ekanurlita
Make a comment  

Feb 9, 2008
BELOG!!!!

Bismillah

Blog ini aneh, ya...

Kadang saya mempertanyakan apa fungsi blog ini selain memuaskan hasrat dan cita2 saya jadi penulis beken yang ngga kesampean padahal udah bolak-balik ngirim tulisan ke berbagai media cetak.. Sekali-kalinya berhasil dimuat adalah pada saat SMP dan SMA, itu pun di majalah GADIS..

Gara-gara blog pun orang-orang jadi tau bahwa saya punya masalah ini, punya masalah itu... Bahkan ada orang-orang yang mencoba mengeker (dari kata dasar 'keker') kepribadian saya dari tulisan2 saya di blog.. hehehehe...

Kehilangan visi nge blog mungkin hampir sama mengerikannya dengan kehilangan visi dalam menjalani hidup..

Ah, eka...

Posted at 09:14 pm by ekanurlita
Make a comment  

Oct 25, 2007
Dua Perempuan

Ada yang hilang”, lirihmu pekat dalam kegamangan hati yang bertalu-talu.

Dan saya hanya mendengus, membuang semua mimpi yang membusuk sebelum ia tergantung tinggi di ketiak bintang-bintang.

“Hilang satu tumbuh seribu..”, gumamku pelan, nyaris tak kau dengar.

Tapi kau dengar, karena kutangkap kau mengamininya.

 

Kita sedang berdiri di titian serambut nasib yang terombang-ambing karena ia belum pula tertambat pada pasaknya

Entah pada mana, pada siapa, atau pada apa kelak ia akan terkokoh sampai tiba tenggatnya

 

Saya menunduk, menunggu jawabmu.

Dan kau hanya menerawang.

”Walau bagaimana pun, tetap ada yang hilang.....”, lirihmu lagi.  

 

*untuk kakakku tersayang, saya kira persahabatan antar dua orang kayak kita ngga akan pernah terjadi... ternyata, terjadi, terjadilah*

Posted at 02:54 pm by ekanurlita
Comment (1)  

Next Page