"Writing is Sharing Your Love Through Books"

Paulo Coelho



BlogKitaB2



Fellowships of the Words:


Virtual Friends......

Aryanto Abidin
ARS
umminida

Flower In The Desert....

Sekeping Cinta yang Tertinggal di Sorowako
Yunita Rahmudin
Selvi Yuminti
Teh Susy Kurnia

Sorowako

Tehusalawany,Tesa
Asrafuddin

LAWYER, not LIAR!!!!

Woelan!
Sinai
Pipit Kecil
Pemuda

IKASTARA....

BLOG IKASTARA
f e r t o b
Wikan Danar
Romi Satria Wahono
Bang Arcon
Papa BOMBOM
Cay Indra
Gita Fitriah Hulliyana
Anang YePe
Franky
Ayu Anindita
Dina
Irwan Yusriadi
mriyandi

Kampoeng Pending

Djarmoko-PIELS

Tempat Nongkrong......

Resensi Buku Baru
Kutukutubuku
Iwan Fals Mania

TOPI LEBAR

Ditta Sukmasuci
Yuni Fitriyani
Syahriani



Meet My Favorite Authors Paulo Coelho
Andrea Hirata
Paulo Coelho Blog



The Communities :
Sorowako
Akademi Teknik Soroako
TK YPS Sorowako
SMP YPS Sorowako
SMU Taruna Nusantara
Ikastara



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Feb 10, 2008
Sederhana vs. Pelit

bismillah

Namanya Mbak Rina. Seorang ummahat sederhana yang kemana-mana selalu berpakaian penuh sahaja dan nyaris tanpa make up.
Jilbab, kemeja, dan rok yang nyaris selalu tergantung karena tubuhnya yang tinggi semampai.
Wajahnya putih bersih, hidungnya bangir mancung dan tutur-katanya selalu lemah lembut.

Pertama kali kenal Mbak Rina dipertemukan dengan kelompok halaqah baru yang isinya rata-rata ummahat, salah satunya ya Mbak Rina itu.
Suatu kali liqo kami diadakan di rumah beliau. Sebuah rumah di dataran tinggi Sorowako yang dari terasnya nampak jelas pemandangan Sorowako sampai ke Danau Matano yang dibingkai apik oleh pegunungan Verbeek di seberang sana.
Rumahnya sederhana sekali, nyaris tidak ada perabot kecuali fasilitas perusahaan. Hanya sebuah rak setinggi leher saya yang penuh oleh buku-buku agama. Itu saja.
Sederhana sekali, dan kesan itu meninggalkan kesan yang begitu kental di hati saya karena dia bisa hidup bergelimang kemewahan, tapi dia tidak.

Sekarang Mbak Rina udah nggak di Sorowako lagi. Tapi interaksi kami yang sekejap itu tidak dapat hilang dari benak saya.

Sekarang ada lagi teman liqo baru. Namanya Teh Resy. Kemanapun dia pergi, gamisnya selalu yang itu-itu saja. Wajahnya putih bersih, matanya berbinar-binar seperti mata kelinci. Setiap liqo, beliau selalu membungkus perlengkapannya hanya dengan kantong plastik hitam saja. Sederhana sekali, padahal dia bisa hidup sedikit lebih mewah jika dia mau.

Sederhana atau pelit? Dua-duanya hampir sama artinya : memangkas pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak primer. Tapi implementasinya sungguh jauh berbeda.

Kalau pelit menyesakkan hidup, maka sederhana melegakannya.

Saya masih harus banyak menimba ilmu hidup dari orang-orang disekitar saya.

Posted at 03:33 pm by ekanurlita

pank
February 11, 2008   05:25 AM PST
 
terminologi sederhana, irit , pelit ...akan segera diteliti d lab kami...*sambil menyiapkan bahan penelitian*..heu..heuu
ivan
February 11, 2008   04:10 AM PST
 
hmmm......

mungkin menimba ilmunya harus sering-sering melihat ke bawah (kaum tak punya). sehingga bisa jadi bahan compare dan membangkitkan kepekaan.

Wallahu a'lam
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry