|
bismillah Lagi-lagi tentang menikah.. Semalam seorang teman akhirnya menikah juga. Kenapa akhirnya? Karena saya baru tahu si teman ini perjuangannya panjang dan agresif juga untuk mendapatkan suami yang sesuai kriteria (70% badge number hah? hehehe). Hahah, siapa juga siy yang mau nunda lama-lama? Menikah sekarang memang sudah mulai menjadi kebutuhan primer. Apalagi buat gadis-gadis semacam saya : sendiri,sudah cukup umur, sudah bolehlah dikata mapan dan mandiri, tunggu apa lagi? Kadang kita harus tegas pada diri sendiri, berhenti bersikap cengeng dan mengasihani diri sendiri karena belum menikah, sementara rasanya semua orang sudah mendahului menikah dan berkeluarga. Nikmati saja hidup masing-masing. Menikah adalah kebutuhan, bukan untuk diburu-buru umur dan ketakutan dianggap ketinggalan.
|
| fransisca April 5, 2009 04:40 PM PDT wah enak ni | ||
| Sidiq March 6, 2008 07:47 AM PST Memang kriteria yang mbak dambakan seperti apa toh? Boleh ngfaftar nggak? | ||
| pank February 11, 2008 05:19 AM PST af1 nech mba' ana nambah2 dikit..he5x... Dari Hatim Al-Asom : “Terburu-buru itu termasuk sifat syaitan, kecuali pada lima tempat” , maka ia termasuk sunnah Rasulullah SAW 1) Memberi makan tetamu, bila ia datang berkunjung. 2) Menyiapkan perkuburan mayat bila telah mati. 3) Mengawinkan anak perempuan, bila cukup umur. 4) Membayar hutang, bila telah sampai masanya. 5) Bertaubat dari dosa! , bila ia telah melakukannya kena deh nomer 3...*tapi itu orang tua ya*...gubraks | ||
| IVAN February 11, 2008 04:04 AM PST hmmm..... banyak orang yang sulit membedakan antara menyegerakan menikah (udah siap zahir wa batin) dengan terburu buru (blm siap) menikah. | ||
| Leave a Comment: |