Entry: Nug Feb 10, 2008



bismillah

Beberapa hari silam, saya menelepon dua kawan lama : yang satu adalah seorang akhwat yang masih kuliah dan sedang bingung dengan judul skripsi, satu lagi adalah seorang teman di tempat kerja saya yang lama.

Entah kenapa, dua orang ini dengan terbukanya menceritakan tentang cerita 'nyaris menikah' mereka pada saya, dengan gamblang, terbuka, tanpa ditutup-tutupi.
Hmm, itu membuat saya bertanya apa gerangan mantera yang terkandung dalam suara saya sampai dua orang itu menceritakan masalah pribadi mereka tanpa khawatir saya sebarkan misalnya?
Who knows, kan?
Kita nggak pernah tau apakah kita benar-benar bisa mempercayakan masalah pribadi kita untuk tidak disebar luaskan oleh orang yang paling kita anggap 'save' sekalipun.

Dan buntutnya, sebuah pesan pendek masuk ke telepon genggam saya. Isinya : "Teh, ahsankah jika kita memiliki kecenderungan terhadap seorang ikhwan?"
Pertanyaan iniu mau tak mau menyunggingkan seulas senyum di bibir saya.
Pertanyaan ini sangat sering terlontar pada saat saya masih di kampus dulu.
Dan jika kebanyakan akhwat menjawab bahwa perasaan itu adalah noda, dan hakikatnya noda harus dienyahkan dengan detergen bernama istighfar, maka saya akan menjawab lain :
"Perasaan suka pada lawan jenis itu adalah karunia Allah, mengapa harus diingkari, sementara semakin kita berusaha mengingkari, semakin kuat pula keinginan untuk mengakuinya...? Terima saja, dan syukuri. Ini adalah ujian bagaimana kita memanajemen hati, jangan sampai kita malah dipermainkan oleh emosi kita sendiri.."

Dan seketika itu saya terkesiap. Mungkin sudah terlalu lama saya tidak bersentuhan dengan keindahan ukhuwah dan irama dakwah kampus yang sejuk memerciki neuron-neuron syaraf saya yang tegang karena berjibaku memenuhi tuntutan hidup.

Saya pun mungkin perlu mengingatkan diri saya sendiri untuk tidak hanyut dan larut dalam perasaan cinta pada calon suami. Dia adalah karunia, rasa yang mempertautkan hati pun adalah karunia. Saya tak ingin kelemahan saya menodai niat dan kesempurnaan dien yang kami impikan terwujud nanti. Alangkah tipisnya pertahanan hati untuk tidak tergelincir dalam jeratan syetan...

Ah, terimakasih, Nug.
Allah telah memilihmu untuk menjadi jalan mengingatkan saya, Dek..

   6 comments

irma
March 15, 2009   08:37 AM PDT
 
Memang Ka..nasibmu de',setiap org yang melihat ato hanya dengar suara ato hy dapat sms eka,"gimana kabarnya?"..pasti cenderung mo di curhat-i dan dibukakan "aibnya" ke eka..mungkin dirimu di takdirkan utk dengar org curhat de'..heheheheh
Dimas
June 6, 2008   11:31 AM PDT
 
---
Dia adalah karunia, rasa yang mempertautkan hati pun adalah karunia. Saya tak ingin kelemahan saya menodai niat dan kesempurnaan dien yang kami impikan terwujud nanti.
---

Kak, ijin mengutip ini di setiap kesempatan saya.
pank
February 11, 2008   05:03 AM PST
 
wahhh ivan...chat d sini ki saja...*mumpun oran-nya engga ada*
ivan
February 11, 2008   04:14 AM PST
 
hahaha. appank!!

hmmmm.....

isu populer di kalangan aktivis dakwah.
<MENIKAH>
hahahaha
pank
February 10, 2008   08:24 PM PST
 
Eh..jadi lupa..mba' ana minta ijin aggregasi blognya ya ke www.planet.mysorowako.com... sekalian iklan www.muslimblog.mysorowako.com.. Smoga bermanfaat...
pank
February 10, 2008   08:22 PM PST
 
waduh...af1 nech mba ya.. klo d kampus susyeh mba', soalx sering ikhtilat dgn sesama...syuro, outbound, rihlah, dll... Sebagai manusia normal maka akan tumbuh bakteri merah jingga *jambu dink* dan akan terjangkit virus CBSA (Cintrong Bersemi Sesama Aktifis) catett.. ini dia yg menjadi masalah..Demikian hasil dri penelitian dari lab kami...he5x

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments